Di era digital yang berkembang pesat saat ini, ancaman terhadap anak-anak dan remaja tidak hanya datang dari dunia nyata, tetapi juga dari dunia maya. Menanggapi fenomena tersebut, Aiptu Sarmadi secara khusus juga mengajak seluruh siswa untuk menjauhi praktik judi online (judol) yang kini tengah menjadi perhatian nasional.
Ia menjelaskan bahwa judi online tidak hanya merugikan secara finansial dan memicu tindakan kriminal lanjutan, tetapi juga dapat merusak konsentrasi belajar serta kesehatan mental anak. Para pelajar diimbau untuk lebih bijak dalam memanfaatkan gawai pintar (smartphone) serta menghindari situs-situs permainan daring yang mengarah pada perjudian.
Kehadiran jajaran Polsek Solokuro di sekolah-sekolah ini mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa. Pihak sekolah mengapresiasi langkah proaktif kepolisian dalam memberikan edukasi hukum dan pembinaan moral secara langsung, sehingga para siswa mendapatkan pemahaman yang benar mengenai pentingnya disiplin dan ketaatan hukum sejak dini.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkesinambungan ini, Polsek Solokuro berharap para pelajar di wilayah Kecamatan Solokuro dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan demi menyongsong masa depan yang gemilang.





