“Petani juga diajak untuk menjaga kebersihan lahan pertanian, mengurangi tempat persembunyian tikus, serta melakukan pengamatan rutin pada tanaman mereka,” jelas Wahyudi.
DKPP Lamongan turut memanfaatkan teknologi informasi dalam program ini. Petani dapat melaporkan perkembangan situasi hama tikus di desa masing-masing secara digital, sehingga respons dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Wahyudi berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Lamongan, terutama dalam meningkatkan produksi padi dan mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus.
“Gerakan ini adalah upaya bersama yang diharapkan mampu memberikan hasil optimal bagi ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan,” ungkapnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





