Anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan membaca buku, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar dengan suasana berbeda sekaligus mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian.

Rail Library turut dilengkapi fasilitas e-Library berupa monitor layar sentuh. Melalui perangkat tersebut, pengunjung dapat mengakses koleksi bacaan digital serta menyaksikan berbagai video edukatif. Fasilitas digital itu diharapkan membuat kegiatan belajar lebih interaktif dan menarik bagi anak-anak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mahendro mengatakan KAI ingin memberikan perspektif lebih luas mengenai keberadaan stasiun. Stasiun tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi yang memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Kami ingin stasiun tidak hanya dipandang sebagai tempat masyarakat melakukan perjalanan. Melalui Rail Library, stasiun juga dapat menjadi ruang untuk belajar, membaca, dan mendapatkan pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu anak-anak,” ungkapnya.

Menurut Mahendro, Rail Clinic dan Rail Library dihadirkan secara bersamaan karena kesehatan dan pendidikan merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kesehatan yang baik dan wawasan yang luas merupakan bekal penting seluruh masyarakat. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami berupaya memberikan manfaat yang menyentuh kedua aspek tersebut sekaligus,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026. Memasuki usia ke-81 tahun, perusahaan berupaya agar manfaat keberadaan kereta api tidak berhenti pada aspek mobilitas masyarakat, tetapi juga menyentuh bidang kesehatan, pendidikan, keselamatan dan kesejahteraan sosial.

“Kami berharap kehadiran KAI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program TJSL lainnya, kami ingin perjalanan KAI tidak hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, tetapi juga membawa semangat untuk meningkatkan kesehatan, pengetahuan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Mahendro.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen melanjutkan program-program sosial sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat di wilayah operasionalnya. Kehadiran Rail Clinic dan Rail Library menjadi salah satu wujud bagaimana sarana perkeretaapian dapat dimanfaatkan lebih luas untuk menghadirkan pelayanan sosial, membuka akses pengetahuan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2