Pemerintah Provinsi Lampung memperkirakan potensi penghematan biaya perjalanan bagi pekerja migran mencapai Rp16 miliar per tahun. Selain itu, kemudahan akses internasional diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, mendorong investasi asing, serta memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Pada tahap awal, penerbangan Lampung–Kuala Lumpur direncanakan beroperasi secara reguler dua kali dalam sepekan menjelang Lebaran 2026. Frekuensi ini akan terus dievaluasi seiring pertumbuhan jumlah penumpang dan kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menyebutkan bahwa peningkatan fasilitas bandara, pelayanan keimigrasian, serta keamanan penerbangan menjadi prioritas utama guna memastikan standar pelayanan internasional dapat terpenuhi dengan baik.
“Bandara Radin Inten II siap menjadi gerbang utama Sumatera bagian selatan menuju jaringan global. Kami optimistis pembukaan rute ini akan membawa multiplier effect bagi perekonomian daerah,” katanya.
Dengan kembali beroperasinya penerbangan internasional, Lampung diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat konektivitas, perdagangan, dan pariwisata di Pulau Sumatera, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.






