“Saya sangat bangga, meski persiapannya sangat mepet, panitia mampu menyajikan acara yang rapi dan menarik. Ini adalah contoh bagaimana kegiatan religius bisa dikemas secara modern dan inklusif,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Langitan tersebut.
Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim panitia. Ketua Pelaksana Gowes Muharram 2026, Mas Akbar, mengaku bersyukur atas kelancaran acara. Ia menjelaskan bahwa pada mulanya, panitia tidak menargetkan angka partisipasi yang begitu masif.
“Kami sempat khawatir dengan keterbatasan waktu, namun antusiasme masyarakat justru luar biasa. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Senada dengan itu, Koordinator Pelaksana Lapangan, Abid Muhtarom, mengungkapkan bahwa kunci dari suksesnya acara adalah koordinasi yang intensif antarpihak. Pengaturan rute, sistem keamanan, hingga manajemen massa di lapangan dikelola dengan sangat disiplin selama beberapa hari menjelang pelaksanaan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Gowes Muharram 2026 juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kawasan sekitar Bukit Kapur Pegat. Peningkatan kunjungan wisatawan lokal menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM dan pedagang setempat yang mengalami peningkatan transaksi selama acara berlangsung.
Melihat kesuksesan yang diraih, muncul harapan kuat agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan resmi di Kabupaten Lamongan. Gus Ma’shum menutup pesannya dengan harapan bahwa sinergi antara kesehatan fisik, nilai religius, dan potensi wisata lokal ini akan terus berlanjut sebagai ikon baru peringatan Tahun Baru Islam di wilayah tersebut.
Kesuksesan Gowes Muharram 2026 ini bukan hanya soal olahraga, tetapi menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat Babat mampu menghasilkan sebuah perayaan yang berkesan dan bermakna.






