“Saya butuh dukungan semua pihak. Kritik itu bagian dari sepak bola dan saya siap menerimanya, terutama jika ditujukan kepada saya sebagai pelatih demi perbaikan tim,” tegas Bima Sakti.
Pemegang lisensi kepelatihan Pro-AFC tersebut juga menyebut kepercayaan penuh dari manajemen dalam urusan teknis menjadi faktor penting di balik keputusannya bergabung dengan Persela. Ia diberikan kewenangan untuk menentukan komposisi pemain sesuai kebutuhan tim.
“Salah satu hal yang membuat saya yakin menerima tawaran ini adalah kepercayaan dari manajemen. Saya diberi ruang untuk mengatur tim, termasuk dalam pemilihan pemain,” ungkapnya.
Sementara itu, Penasihat Persela Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa penunjukan Bima Sakti sejalan dengan visi klub untuk membangun Persela secara berkelanjutan dan modern. Menurutnya, manajemen dan pelatih memiliki kesamaan pandangan dalam pengelolaan klub ke depan.
“Kami memiliki visi yang sama untuk masa depan Persela. Klub ini akan dikelola secara profesional dengan pemisahan yang jelas antara manajemen dan tim,” ujar Yuhronur.
Ia menambahkan, Persela dalam waktu dekat akan mengumumkan struktur manajemen baru, termasuk CEO dan sponsor utama. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Persela menuju klub yang dikelola secara profesional dengan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.(Bs)





