“Alhamdulillah sebagian besar santri yang dirawat sudah pulang dan menjalani pemulihan dirumah masing-masing, info terakhir masih ada 7 yang menjalani perawatan di rumah sakit, mohon doanya semoga cepat sembuh,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan yang sama, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan seperti diungkapkan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Maratus Sholihah menyatakan, Dinkes Lamongan tidak mendapati indikasi keracunan lantaran kurangnya bukti sampel makanan yang sudah tidak ada.

“Pemeriksaan laboratorium mengalami kendala karena tidak menemukan sampel sisa makanan dan muntahan, pada saat wawancara para santri ragu menjawab lupa akan apa yang dimakan dan mulai kapan ada keluhan muncul serta ada santri putra yang sakit tapi sebelumnya 3 hari yang lalu sudah sakit di pondok,” kata Maratus Sholihah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga mengasumsikan bila pada hari sebelum kejadian, tepatnya hari Jumat sejumlah santri termasuk santriwati mendapat banyak kunjungan dari orang tua wali santri.

“Sebelum kejadian bisa jadi konsumsi makanan dari luar yang dibawa oleh orangtua wali santri karena hari jumat waktunya kunjungan,” jelasnya.

Ditambahkan Nanda Bagus Hadi Sunarto dokter yang menangani kejadian luar biasa ini menjelaskan, bila para santri ini kebanyakan menderita gastritis akut atau maag akut yang dipicu asam lambung.

“Kecenderungan ini terjadi karena seseorang mengalami stres, cemas, atau panik. Bisa jadi karena santriwati mengalami stres ataupun panik jelang ujian karena banyak faktor yang mendorong terjadinya gastritis,” ungkapnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2