Pengunjung festival mengakui, kehadiran PR Maghfiroh memberi pengalaman baru. “Biasanya stand rokok hanya jualan, tapi di sini kita bisa langsung merasakan, ada interaksi, dan bahkan bisa diskusi soal tembakau. Ini beda,” kata salah satu pengunjung.
Dengan dukungan pemerintah daerah, FTM 2025 diharapkan bisa menjadi motor penggerak industri tembakau Madura. PR Maghfiroh, melalui gebrakan promosi yang segar, menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan lokal yang berambisi menembus pasar nasional.
“Pesan kami sederhana: rokok Madura tidak kalah dengan produk luar. Kami optimistis masa depan industri ini cerah, asal terus berinovasi,” tutup perwakilan perusahaan.(Akm)




