Selain itu, personel Polsek Solokuro mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kerukunan, toleransi, serta menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik sosial. Sikap saling menghormati dan gotong royong dinilai menjadi kunci utama terciptanya situasi yang damai dan harmonis di lingkungan desa.
Patroli dialogis yang dilakukan secara humanis ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tebluru. Warga mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan kehadiran polisi di tengah-tengah mereka. Mereka juga mengapresiasi pendekatan persuasif yang dilakukan, sehingga komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dapat terjalin dengan baik.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis sangat bermanfaat dalam membangun kedekatan emosional antara warga dan aparat kepolisian. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya komunikasi yang intens, kami merasa lebih mudah menyampaikan keluhan maupun informasi terkait situasi keamanan di lingkungan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Solokuro AKP Asik Samsul Hadi menegaskan bahwa patroli dialogis akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polsek Solokuro. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dengan adanya patroli dialogis ini, diharapkan tercipta wilayah hukum Kecamatan Solokuro yang damai, sejuk, dan aman kondusif, serta terbangun sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan bersama,” ungkapnya.






