Selain itu, Polsek Solokuro juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual hasil panen jagung kepada tengkulak. Pasalnya, harga yang ditawarkan oleh tengkulak kerap kali tidak stabil dan berpotensi merugikan petani karena bisa dimainkan sesuai kepentingan pihak tertentu. Dengan menjual ke Bulog, petani dinilai akan lebih diuntungkan karena mekanisme pembelian dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi pemerintah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan monitoring ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan panen raya, seperti sengketa lahan, perselisihan antarpetani, maupun tindak kriminalitas lainnya. Kehadiran Polsek Solokuro di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para petani saat melakukan aktivitas panen.

Para petani di Desa Tenggulun menyambut baik kehadiran Polsek Solokuro dalam kegiatan panen raya tersebut. Mereka mengaku merasa lebih diperhatikan dan terbantu dengan adanya informasi serta imbauan yang disampaikan langsung oleh aparat kepolisian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Polsek Solokuro menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, instansi terkait, serta kelompok tani dalam mendukung sektor pertanian di wilayah Kecamatan Solokuro. Monitoring dan pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan hasil pertanian dapat terserap dengan baik dan memberikan kesejahteraan bagi petani.

Dengan adanya kegiatan monitoring panen raya jagung ini, diharapkan hasil pertanian di Desa Tenggulun dapat memberikan manfaat optimal bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan dan Jawa Timur secara umum. Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2