BERITASIBER.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Solokuro, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, melakukan monitoring pascapanen raya jagung di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendorong tercapainya swasembada pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Solokuro berkoordinasi dengan para petani serta pihak terkait untuk melihat secara langsung kondisi pascapanen jagung di wilayah tersebut. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik serta mengetahui berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi petani setelah masa panen.

Kapolsek Solokuro, AKP Joko Suprianto, mengatakan kepolisian memiliki komitmen untuk mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Kami dari Polsek Solokuro mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Monitoring pascapanen ini menjadi bagian dari kepedulian kami terhadap para petani, karena keberhasilan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar AKP Joko Suprianto.

Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Karena itu, keberhasilan panen hingga tahap pascapanen perlu mendapatkan perhatian agar hasil produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Solokuro juga menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Solokuro sebagai pihak yang selama ini berperan dalam memberikan pembinaan kepada para petani.

Sinergi antara kepolisian dan UPT Pertanian diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Kehadiran UPT Pertanian menjadi bagian penting dalam membantu petani mendapatkan pendampingan, informasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam kegiatan pertanian.

Para petani juga diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan maupun kendala yang mereka hadapi. Mulai dari persoalan teknis pertanian, kondisi hasil panen, hingga berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha tani dapat menjadi bahan pembahasan bersama.

AKP Joko Suprianto menegaskan, komunikasi langsung dengan petani sangat penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2