LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, meningkatkan patroli kewilayahan sekaligus melakukan pemantauan terhadap potensi bencana alam dan dampak musim kemarau di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan. Patroli yang dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menyasar area persawahan, embung, dan sejumlah titik di Desa Gempoltukmloko dan sekitarnya.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H. mengatakan, patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan maupun bencana yang dapat terjadi saat kondisi cuaca kering. Selain memantau kondisi lahan pertanian, personel juga melakukan pengecekan debit air embung atau waduk yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat dan sektor pertanian setempat.
“Patroli ini kami laksanakan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi bencana maupun permasalahan yang dapat timbul akibat kondisi musim kemarau. Personel melakukan pemantauan debit air embung, kondisi lahan persawahan yang mengalami kekeringan, potensi kebakaran lahan, serta titik-titik yang perlu mendapatkan perhatian,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam kegiatan tersebut, petugas jaga Polsek Sarirejo menyusuri kawasan persawahan serta melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi embung di Desa Gempoltukmloko. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan air sekaligus memastikan situasi di sekitar kawasan pertanian tetap aman.
Selain ancaman kekeringan, petugas turut mewaspadai potensi kebakaran pada lahan yang mengering. Kondisi vegetasi dan sisa tanaman yang kering dapat meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama apabila terdapat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan di sekitar area persawahan.
IPTU Moch. Sokep menambahkan, patroli kewilayahan juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana lainnya, termasuk pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat maupun mengganggu akses jalan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Apabila mengetahui adanya titik rawan kebakaran, pohon yang berpotensi tumbang, berkurangnya sumber air secara signifikan, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bencana, segera sampaikan kepada pemerintah desa, petugas terkait, atau kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin,” jelasnya.





