Masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan masing-masing. Warga diminta memastikan keamanan rumah, tempat usaha, maupun kendaraan yang ditinggalkan, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Menurut IPTU Moch. Sokep, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Peran serta masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Sinergi dengan masyarakat sangat kami perlukan. Informasi dari warga dapat membantu kepolisian melakukan langkah cepat apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi lingkungan,” tegasnya.
Patroli juga dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Personel tidak hanya hadir sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dengan warga sehingga pesan-pesan keamanan dapat diterima secara langsung. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi polisi untuk mengetahui perkembangan situasi kamtibmas di lapangan.
Polsek Sarirejo memastikan kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkala dengan menyasar lokasi-lokasi yang dianggap memiliki potensi kerawanan. Waktu dan sasaran patroli juga dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan serta aktivitas masyarakat.
Dengan adanya patroli rutin tersebut, kepolisian berharap potensi tindak kejahatan dapat ditekan dan masyarakat semakin merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Kehadiran personel di sejumlah titik strategis juga menjadi bagian dari komitmen Polres Lamongan dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selama kegiatan patroli obyek vital dan dialogis berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sarirejo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.





