Selain fokus pada pengawasan distribusi energi, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada operator dan kasir SPBU. Edukasi tersebut dinilai penting mengingat SPBU merupakan salah satu objek vital dengan aktivitas transaksi tunai yang cukup tinggi dan berpotensi menjadi sasaran tindak kriminalitas.

Petugas mengingatkan para kasir agar lebih teliti dalam memeriksa uang tunai yang diterima dari konsumen untuk mengantisipasi peredaran uang palsu (upal), terutama pada jam-jam rawan di malam hari. Operator SPBU juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gerak-gerik mencurigakan yang berpotensi mengarah pada aksi kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penipuan, maupun perampokan.

Tak hanya itu, pihak kepolisian turut mengecek fungsi kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area SPBU. Kamera pengawas diharapkan dapat berfungsi optimal dan menjangkau seluruh titik strategis, mulai dari area pengisian BBM hingga akses keluar-masuk kendaraan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat, khususnya di objek vital seperti SPBU, bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

Menurutnya, stabilitas distribusi BBM sangat penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga sektor pelayanan publik. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Hingga saat ini aktivitas pengisian BBM di SPBU wilayah Kecamatan Pucuk berjalan tertib, aman, dan lancar. Tidak ditemukan antrean panjang maupun gangguan kamtibmas yang menonjol,” tambahnya.

Dengan adanya patroli rutin dan pengawasan intensif tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang serta tetap memperoleh pelayanan BBM secara maksimal tanpa adanya hambatan distribusi ataupun praktik-praktik kecurangan di lapangan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2