LAMONGAN — Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, terus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan melalui penerapan Program Pekarangan Bergizi (P2B) dan pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.
Langkah tersebut dilakukan dengan monitoring langsung terhadap perkembangan tanaman pangan dan pemanfaatan lahan yang dikelola masyarakat.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan maupun lahan yang ada agar menjadi lahan produktif. Melalui Program Pekarangan Bergizi, masyarakat tidak hanya dapat menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri,” ujar IPTU Sono.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 10.10 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kembangbahu, yakni AIPTU Yerry W.S. dan AIPDA Fendi Ali H., melakukan pengecekan terhadap sejumlah lahan yang telah dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Pemantauan dilakukan terhadap berbagai jenis tanaman pangan yang telah dibudidayakan masyarakat. Beberapa di antaranya berupa jagung, padi, tomat, cabai, kangkung, dan terong. Selain tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan lahan juga dikembangkan melalui kolam ikan sebagai bagian dari upaya menghasilkan sumber pangan yang beragam.
Program Pekarangan Bergizi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan secara produktif dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat keluarga maupun lingkungan. Selain itu, hasil tanaman yang dibudidayakan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar.
Dalam pelaksanaan monitoring, personel tidak hanya melihat kondisi tanaman, tetapi juga memperhatikan perkembangan program di lapangan. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tanaman yang telah ditanam dapat berkembang serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi masyarakat dalam proses pemeliharaan dan pengelolaan lahan.





