AKP Akhmad Khusen menambahkan, kebersihan sungai dan saluran air perlu menjadi perhatian bersama. Sampah yang dibuang sembarangan berpotensi menumpuk dan menghambat aliran air. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, kapasitas saluran air dapat berkurang dan meningkatkan risiko terjadinya genangan maupun banjir saat debit air meningkat.

“Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan. Jangan menunggu terjadi banjir baru kita bergerak membersihkan lingkungan. Pencegahan bisa dimulai dari rumah masing-masing, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga sungai serta saluran air agar tetap bersih,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diimbau meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal. Gotong royong membersihkan selokan, saluran pembuangan air dan lingkungan permukiman dinilai menjadi langkah yang dapat dilakukan secara rutin untuk meminimalkan potensi penyumbatan.

Polsek Deket juga mengajak perangkat desa dan masyarakat untuk meningkatkan komunikasi serta koordinasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana. Informasi yang disampaikan sejak dini dinilai penting agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sehingga risiko terhadap keselamatan warga maupun kerugian material dapat diminimalkan.

Melalui patroli tersebut, Polsek Deket berharap kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Yang paling penting adalah melakukan langkah pencegahan sejak dini serta saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak, potensi dampak bencana dapat kita minimalisir bersama,” pungkas AKP Akhmad Khusen.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2