Pada sesi praktik lapangan, para peserta mendapatkan pembekalan langsung mengenai teknik membuat tanggul sementara dengan memanfaatkan karung berisi pasir. Metode ini dinilai efektif sebagai langkah awal menahan laju air agar tidak masuk ke permukiman warga. Selain itu, peserta juga dilatih mengenai penempatan tanggul yang tepat, teknik pengisian dan penataan karung, serta koordinasi tim dalam situasi darurat.
Instruktur pelatihan menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim dalam menghadapi kondisi banjir. Dengan latihan langsung di lapangan, diharapkan peserta memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang memadai saat menghadapi situasi nyata.
Selain praktik pembuatan tanggul, peserta juga diberikan simulasi evakuasi warga, pengamanan barang berharga, serta pengaturan jalur lalu lintas di wilayah terdampak banjir. Materi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman menyeluruh tentang penanganan bencana secara terpadu.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai pelatihan praktik lapangan sangat bermanfaat karena memberikan gambaran nyata tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika banjir terjadi. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak panik dan dapat bertindak cepat serta tepat.
Polsek Deket menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana akan terus didukung. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesiapsiagaan bencana yang optimal.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Kecamatan Deket semakin siap menghadapi potensi banjir, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian material dapat ditekan semaksimal mungkin. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.





