Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Abdul Aziz Alimum, menyambut positif kegiatan sinergitas tersebut. Ia menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan PKDI melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi dalam pendampingan dan pengembangan potensi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKDI, Sujiono, menegaskan komitmen PKDI dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di desa-desa. Menurutnya, koperasi tersebut dirancang sebagai lembaga usaha yang profesional dan berkelanjutan.
“Fokus kami saat ini adalah mendorong percepatan pendirian Kopdes Merah Putih. Legalitas pada prinsipnya sudah siap, tinggal bagaimana implementasinya di desa-desa dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan potensi wilayah,” jelas Sujiono.
Ia menambahkan, PKDI terus berkoordinasi dengan Kemendes PDT untuk mencari solusi bagi desa-desa yang memiliki keterbatasan lahan, agar keberadaan koperasi tetap mampu berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami memprioritaskan desa yang memiliki kesiapan lahan, terutama tanah kas desa. Namun bagi desa yang belum memenuhi standar, kami terus berkoordinasi dengan Kemendes untuk mencari solusi terbaik,” jelas Sujiono.
Melalui kegiatan sinergitas ini, PKDI berharap terbangun kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, sekaligus memperkuat peran desa sebagai pilar utama pembangunan nasional.





