Selanjutnya Gunadi menegaskan bahwa dalam melakukan normalisasi saluran air, Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan terus menjalin kerja sama dengan Dinas Perkim dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan. Sesuai dengan kewenangan Dinas Perkim dan Cipta Karya menangani saluran air tertutup dalam kota, dan Dinas PU SDA menangani saluran pembuangan terbuka di wilayah kota.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat utara, Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan sudah membuka pintu Sluis Kuro tepatnya sebelah selatan pada Rabu lalu.
“Dalam hal membantu kebutuhan air untuk melakukan musim tanam I tahun 2025, kami sudah membuka pintu kuro. Sekarang kondisi sungai-sungai primer di Bengawan Jero hampir 80% sudah terisi semua, tinggal dibagikan ke petak-petak yang kecil,” kata Gunadi.
Begitupun pada bidang pertanian, wilayah Lamongan ada sawah yang berada di hantaran Sungai Bengawan Solo, tadah hujan dan irigasi. Maka kebutuhan air untuk musim tanam I tahun 2025 sangat diperlukan, utamanya pada wilayah selatan (tadah hujan dan non irigasi). Karena di wilayah selatan ini ketersediaan air hanya bertumpu pada waduk/embung dan air hujan.
Sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan sejak tahun 2024 mencari beberapa titik yang ada sumber airnya dibawah tanah. Lalu ada program sumur pantek, sumur pantek adalah sumur yang berfungsi sebagai cadangan air di area persawahan agar lahan pertanian tidak mengering saat musim kemarau.
Di Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 terdapat 35 titik sumur pantek. Yang tersebar di wilayah Sukorame, Tikung, dan lainnya.
“Kabupaten Lamongan ini ada dua belahan, yakni utara dan selatan. Wilayah selatan yang dialiri Bengawan Solo ini bisa dikatakan aman untuk pasokan air. Masyaallah disana sudah mulai tanam sejak bulan Oktober 2024. Sedangkan masyarakat yang wilayah selatan adalah wilayah tadah hujan, yang tentu ketersediaan air kurang. Namun kami DKPP bersama PU SDA terus berupaya menjaga ketersediaan air, sehingga masyarakat bisa melakukan musim tanam dan berhasil sampai panen nanti,” terang Kepala DKPP Kabupaten Lamongan Mohammad Wahyudi.
Wahyudi melaporkan bahwa mulai bulan Oktober hingga November 2024 ini sudah ada 11.154 ha luas tanam padi dan 15.165 ha luas tanam jagung. Adapun target luas tanam padi di Kabupaten Lamongan pada musim tanam I tahun 2025 adalah 88 ribu ha.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





