Namun, rapatnya pertahanan FC Bekasi City U19 membuat setiap upaya serangan Persela sulit membuahkan hasil. Di sisi lain, lini belakang Persela juga tampil cukup disiplin dengan menjaga koordinasi antarpemain sehingga lawan tidak banyak memperoleh peluang berbahaya.
Pelatih Persela U19, Akhsanul Viddin, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tetap mampu menjaga fokus dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi. Menurutnya, para pemain sudah berusaha menjalankan instruksi taktikal dengan cukup baik dan mampu mengimbangi permainan lawan.
Meski demikian, ia mengakui belum puas dengan hasil akhir yang diraih timnya. Persela U19 dinilai masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan sepanjang pertandingan.
“Kami memiliki beberapa peluang, tetapi belum bisa dimaksimalkan. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih,” ujarnya usai laga.
Akhsanul menegaskan, jeda kompetisi akan dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan menyeluruh sebelum memasuki putaran kedua. Fokus utama tim adalah meningkatkan produktivitas lini depan serta menjaga kestabilan performa agar mampu bersaing lebih kompetitif.
Dengan putaran kedua yang masih menyisakan peluang, Persela U19 dituntut segera bangkit. Jika mampu memperbaiki ketajaman serangan dan mempertahankan disiplin permainan, kans untuk menembus fase berikutnya di EPA Championship U19 2026 masih terbuka lebar.(*)





