Pihaknya meskipun ekonomi mapan tidak asal menyuruh namun juga turut turun membagi-bagikan takjil kepada masyarakat di titik yang menjadi lokasi pembagian takjil, tidak hanya penguna kendaraan roda dua roda empat tukang becak namun pembagian takjil kepada pejalan kaki.
Kegiatan yang dilakukan saat menjalankan ibadah rukun Islam nomor 3 tidak hanya mengajari dirinya memperkuat kepekaan sosial merasakan bagaimana lapar haus bagi mereka yang ekonominya lemah, namun kegiatan bagi-bagi takjil membimbing seluruh crew yang terlibat agar punya kepekaan dan kepedulian sosial akan sesama yang mereka hidup miskin.
Dalam Minggu terakhir bulan Ramadhan tanggal 27 Maret aba Abdul Wahid mengagendakan di kediamannya zakat mal bagi-bagi sembako sarung mukena untuk yayasan yatim piatu dan bapak ibu jompo, sekaligus acara buka puasa bersama masyarakat sekitar.
“Kegiatan Akhir Romadhon tanggal 27 Maret kami ada program bagi-bagi zakat mal bagi-bagi sembako sarung mukena untuk yayasan yatim piatu dan bapak ibu jompo, sekaligus acara buka puasa bersama masyarakat sekitar.” pungkasnya. (Fendi)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





