“Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa program Pekarangan Bergizi (P2B) ini benar-benar berjalan di masyarakat. Selain meninjau perkembangan tanaman, kami juga berdiskusi dengan warga mengenai kendala-kendala teknis yang dihadapi di lapangan, sehingga solusi dapat segera dicari bersama,” ujar Iptu Sono.
Selama proses monitoring, petugas tidak hanya sekadar memantau pertumbuhan tanaman, tetapi juga memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar lebih kreatif dalam mengolah lahan yang ada. Penggunaan lahan pekarangan yang sempit jika dikelola dengan teknik pertanian yang tepat, terbukti mampu memberikan hasil panen yang signifikan untuk kebutuhan sehari-hari warga.
Iptu Sono menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan ini sangat bergantung pada sinergitas antara warga dan pendamping. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program ini guna memastikan bahwa upaya tersebut dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Kegiatan monitoring yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Hingga berakhirnya peninjauan, tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses budidaya tanaman pangan tersebut. Masyarakat pun menyambut baik perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian, yang dianggap memberikan dorongan semangat tersendiri dalam bercocok tanam.
Melalui inisiatif ini, Polsek Kembangbahu berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan semakin meningkat. Sesuai dengan semangat “Ayo Jogo Lamongan”, Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban saja, tetapi juga aktif berperan dalam mendukung program-program strategis pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.





