Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU periode 2025–2030, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) harus dilandasi oleh dua pendekatan utama: profesional dan spiritual.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Santri dididik dengan dua kekuatan: profesionalisme dan spiritualitas. Keduanya membentuk SDM yang bukan hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan beretika,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan, kombinasi antara keilmuan dan akhlak inilah yang menjadi modal utama untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ketika santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi namun tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan religius, maka bangsa ini akan memiliki kekuatan luar biasa,” tuturnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten Lamongan dan jajaran Muslimat NU Lamongan yang konsisten menggerakkan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat merupakan kunci mewujudkan SDM unggul, berdaya saing, dan berkarakter keislaman.

“Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum membangun manusia yang unggul, berilmu, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2