Pencapaian target tersebut ditopang oleh tambahan pasokan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojokerto–Lamongan–Gresik (Mojolagres).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“PDAM Lamongan mendapatkan tambahan suplai sebesar 50 liter per detik, sehingga total pasokan air yang tersedia kini mencapai 100 liter per detik. Tambahan ini dinilai krusial untuk menjaga kontinuitas layanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, PDAM Lamongan menetapkan biaya standar pemasangan sambungan rumah sebesar Rp1.671.000. Apabila dibutuhkan pembangunan jaringan tersier, masyarakat akan dikenakan biaya tambahan dengan batas maksimal sekitar Rp1.000.000.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Untuk memberikan kemudahan, PDAM juga menyediakan skema pembayaran cicilan hingga tiga bulan,” tambahnya.

Selain kuantitas layanan, peningkatan kualitas air menjadi fokus strategis lainnya. Pada 2026, PDAM Lamongan telah melakukan pembenahan sistem pengolahan air dengan menerapkan teknologi semi-otomatisasi, khususnya pada proses pemberian bahan kimia penjernihan.

“Dengan sistem semi-otomatisasi, kualitas air lebih terkontrol karena dosis bahan kimia diberikan secara terukur dan konsisten. Ini meminimalkan kesalahan dan meningkatkan keandalan kualitas air produksi,” jelas Syahril.

Melalui kombinasi penambahan sambungan rumah, penguatan pasokan air, kemudahan pembiayaan, serta modernisasi sistem pengolahan, PDAM Lamongan optimistis target strategis tahun 2026 dapat tercapai.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperluas akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan pada khususnya,” tandasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2