Kehadiran Smart Posyandu mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Rejosari. Kepala Desa Rejosari, Suparto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PENS dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Ia menilai digitalisasi posyandu menjadi langkah maju dalam memperkuat pelayanan kesehatan desa. Dengan dukungan sistem yang lebih modern, kader diharapkan dapat memberikan pelayanan secara efisien sekaligus menyediakan data kesehatan yang lebih akurat sebagai dasar pemantauan kondisi ibu dan balita.
Penerapan Smart Posyandu menawarkan sejumlah manfaat. Selain meningkatkan akurasi data dan meminimalkan kesalahan manusia dalam pencatatan, sistem tersebut dapat mempercepat pelayanan rutin bulanan. Kader tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mencatat dan merekap hasil pengukuran secara manual.
Sistem informasi terintegrasi juga memungkinkan riwayat pertumbuhan balita dipantau secara berkelanjutan. Perubahan berat badan, tinggi badan, dan parameter kesehatan lainnya dapat ditelusuri dengan lebih mudah sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal.
Peluncuran dan sosialisasi Smart Posyandu diikuti perangkat Desa Rejosari, kader Posyandu Dahlia, serta warga setempat. Kegiatan berlangsung interaktif, terutama ketika peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara kerja perangkat dan penggunaan sistem dalam kegiatan pelayanan rutin.
Para kader juga memperoleh pemahaman tentang proses memasukkan, menyimpan, dan mengakses data kesehatan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar teknologi yang diberikan dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara PENS, pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan tata kelola layanan kesehatan tingkat desa yang lebih modern. Apabila penerapannya berjalan optimal, inovasi Smart Posyandu berpotensi dikembangkan di wilayah lain untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak yang efektif, akurat, dan berbasis data.





