Brigjen Ramli juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Lamongan, yang telah mendukung program ini dengan meminjamkan alat berat seperti eskavator.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dengan alat tersebut, kami berhasil menembus rawa dan membuat saluran air yang dapat mengalirkan air dari bengawan Solo, sehingga masyarakat dapat panen dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa program TMMD merupakan inisiatif dari Komando Atas untuk pemerataan pembangunan di daerah-daerah yang kurang terjangkau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun wilayah kita melalui gotong royong,” katanya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan sosialisasi mengenai perlindungan perempuan dan anak serta ketahanan pangan.

“Kami ingin hasil dari TMMD ini bisa menjadi contoh yang bermanfaat bagi desa lain. Program ini sejalan dengan berbagai program unggulan yang kami tanamkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya TMMD ke-124, diharapkan masyarakat Desa Kebalankulon dapat merasakan manfaat dari berbagai program yang telah dilaksanakan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.

Penutupan yang meriah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga hasil-hasil yang telah dicapai.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2