Plt. Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Na’im, menjelaskan bahwa apel melibatkan 12 pleton yang terdiri dari berbagai unsur, membuktikan komitmen kolaborasi. Na’im juga memetakan beberapa wilayah yang menjadi fokus utama perhatian.
Ancaman puting beliung terdeteksi mengintai kecamatan Sukodadi, Pucuk, Ngimbang, dan Sambeng. Sementara itu, potensi banjir di Bengawan Jero juga telah diantisipasi serius.
“Tentunya kita sudah antisipasi dan mudah-mudahan tidak terjadi banjir karena saluran air sudah di normalisasi kemudian pompa juga diaktifkan kembali,” tegas Na’im.
Keterlibatan lintas elemen mulai dari aparat pemerintah, TNI, Polri, hingga organisasi pemuda dan masyarakat dianggap sebagai kekuatan utama dalam penanggulangan bencana.
“Ini menunjukkan sinergi kita semua. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci terwujudnya ketangguhan Lamongan dalam menghadapi bencana,” tambah Bupati.
Melalui Apel Kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus memperkuat mitigasi bencana, memberikan perlindungan, dan menjamin rasa aman bagi seluruh warganya dari dampak perubahan iklim ekstrem.(Bs).





