Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan meluncurkan berbagai inovasi, termasuk Gerakan Paduraksa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, inklusif, holistik, dan berkelanjutan.
Gerakan ini mencakup empat kegiatan utama: Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan, Sekolah Sehat, dan Adiwiyata Sekolah.
Selain itu, Lamongan juga memperkenalkan kurikulum Kulambakekal yang mengintegrasikan kearifan lokal, serta program Gerlamsesaku untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.
Pameran pendidikan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Mei 2025, dengan diikuti oleh 80 stan dari korwil PAUD dan SD, 28 stan SMP negeri, 40 stan MKKS SMP swasta, 4 stan SMA/SMK sederajat, dan 8 stan Kemenag.
Selain unjuk inovasi sekolah, pameran ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba kreativitas antar siswa, yang menekankan pada proses pengembangan potensi siswa dan sekolah.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pameran Pendidikan 2025 di Lamongan diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi yang lebih unggul dan berdaya saing.





