“Setiap kali kita gagal kita harus bangkit kita harus belajar dari kesalahan tersebut sehingga kita tidak mengulanginya dan usaha kita akan besar di dalam hidup kita,” imbuh Menparekraf Sandiaga.
Sandiaga berharap, Industri Kreatif Lamongan mampu tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, sehingga akan membuka lebih luas lapangan-lapangan pekerjaan.
Sementara, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan, meski sumber daya alam Lamongan tidak begitu besar, Lamongan memiliki sumber daya manusia yang tidak kalah saing, hal tersebut ditunjukkan dengan indeks pembangunan manusia (IPM) Lamongan yang mencapai 74,02% di tahun 2022.
“Lamongan Ini mempunyai investasi sumber daya manusia yang luar biasa, punya etos kerja yang luar biasa, diantara Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, mungkin hanya Lamongan yang tidak punya minyak atau gas, tapi kita tidak pernah kalah karena kita fokus dengan sumber daya manusia dengan sumber daya manusia itu kita akan bisa mengelola sumber daya alam yang lebih optimal,” ucap Pak Yes.
Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut, Pak Yes mengenalkan tagline Lamongan yakni MEGILAN sebagai gambaran masyarakat Lamongan.
“Megilan adalah satu kata yang ditunjukkan atau diungkapkan orang Lamongan ketika ditanya untuk menyebutkan suatu yang luar biasa atau istimewa. Megilan ini adalah memuat nilai-nilai masyarakat Lamongan M (Mandiri), E (Elegan), G (enerGik), I (Inovatif), L (Loyalitas), A (Adaptif), dan yang terakhir N (Nyaman) siapapun yang tinggal Lamongan atau berhubungan dengan orang Lamongan akan bisa merasa nyaman,” pungkasnya.





