Suasana edukasi berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara membuat pencatatan keuangan sederhana. Mulai dari buku kas harian, perhitungan harga pokok produksi, hingga pengenalan konsep laba dan arus kas, semuanya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Beberapa peserta bahkan mengaku baru pertama kali memahami bahwa tenaga kerja sendiri dan biaya listrik rumah seharusnya diperhitungkan dalam biaya produksi.

Perwakilan Diskopindag Kabupaten Gresik dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, pelestarian kuliner tradisional harus dibarengi dengan penguatan manajemen usaha agar produk lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kue Pudak adalah identitas Gresik. Tugas kita bersama adalah memastikan para perajinnya sejahtera dan usahanya berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dinilai menjadi nilai tambah tersendiri, karena pendekatan akademik yang digunakan mampu menjembatani teori dengan praktik lapangan. Melalui peran dosen sebagai pendamping dan edukator, UMKM mendapatkan wawasan yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak di antara mereka berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, bahkan dilengkapi dengan pendampingan intensif.

“Kalau bisa ada lanjutan, misalnya pendampingan bulanan atau diajari pakai aplikasi sederhana, kami pasti senang. Biar usaha Kue Pudak ini bisa diwariskan ke anak-anak dengan manajemen yang lebih baik,” tutur salah satu peserta lainnya.

Melalui edukasi pemahaman pengelolaan keuangan ini, diharapkan UMKM Kue Pudak Gresik tidak hanya dikenal karena kelezatan rasanya, tetapi juga karena kekuatan manajemen usahanya. Dengan tata kelola keuangan yang lebih tertib dan profesional, kearifan lokal khas Gresik diyakini mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi modern, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat setempat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2