“Dampak dari kesulitan ini berpotensi menurunkan kualitas tembakau yang dihasilkan, yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada pendapatan dan kesejahteraan para petani.,” ungkap Kapolsek Sambeng.
Tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Lamongan, dan banyak masyarakat di wilayah Kecamatan Sambeng menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, termasuk budidaya tembakau. Oleh karena itu, kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Ketersediaan pupuk yang memadai merupakan faktor krusial dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan ekonomi petani.
Dalam acara Jumat Curhat tersebut, keluhan lainnya juga terungkap. Salah satunya disampaikan oleh Hasan, yang menyoroti kondisi rusak parah pada jalan poros di wilayah Sambeng. Kerusakan ini menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi para pengguna jalan, serta merusak kendaraan yang seringkali melintasi jalan tersebut.
Kapolsek Sambeng Iptu Suroto merespons keluhan-keluhan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menjanjikan akan mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani permasalahan tersebut.
Salah satunya adalah berupaya menjembatani komunikasi antara petani tembakau dengan instansi terkait dalam rangka memastikan pasokan pupuk bersubsidi yang cukup dan tepat waktu selama musim tanam.





