“Alhamdulillah, program berjalan sesuai rencana. Keberhasilan ini berkat kolaborasi tim SMA DT dan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta seluruh peserta program. Ini akan menjadi referensi untuk pengembangan di tahun mendatang,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu indikator keberhasilan SMA DT tahun ini adalah meningkatnya jumlah Kelompok Usaha Siswa (KUS). Hingga September 2025, telah terbentuk 1.600 KUS yang melibatkan 9.600 siswa dari 144 SMA peserta program di Jawa Timur. Total omzet usaha siswa mencapai Rp4,7 miliar, dan diprediksi terus meningkat hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan program dalam mendorong semangat wirausaha muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“MEA 2025 menjadi momentum untuk menyemangati peserta SMA DT, baik yang masih aktif maupun alumni. Melalui kerja sama dengan ITS, kami langsung menghubungkan mereka dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” kata Aries.

Aries menambahkan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen melanjutkan program ini meskipun menyesuaikan dengan kondisi anggaran.

“Program ini terbukti efektif dan akan kami lanjutkan. Formulasinya akan kami sesuaikan agar tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Sebagai puncak acara, Millennial Entrepreneur Award 2025 memberikan 9 penghargaan kepada sekolah-sekolah dengan hasil terbaik, meliputi penghargaan alumni, perencanaan dan pengembangan usaha siswa, layanan DT mart, inovasi media pelatihan, bhakti karya Dldouble track, layanan cipta kerja bersama DUDI, promosi produk, pembuatan produk unggulan, merchandise “Gerbang Baru Nusantara”

MEA 2025 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mampu melahirkan wirausaha muda inovatif dan mandiri, yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2