“Tahun kemarin sudah ada siswa kami yang ke Jepang. Insya Allah bulan Desember akan ada lagi siswa kami yang akan dikirim ke Jepang,” ucapnya.
Sementara itu, Guru pendamping pelajar Jepang, Yuha Takahashi, merasa tersanjung dengan jalanya program pertukaran pelajar kali ini.
Menurutnya Indonesia, khususnya Lamongan, memiliki banyak hal untuk dieksplor mulai budaya hingga keramahannya.
“Kami datang 3 hari yang lalu dan kami merasa dihargai. Kami mengapresiasi sambutan dari guru dan para murid. Hari ini ada kejutan yang luar biasa dan sambutan kepada kami, saya terharu dan terkejut dengan sambutan mereka,” kata Yuha.
Yuha juga menilai bahwa proses pembelajaran di Indonesia cukup bagus. Dia yakin anak didiknya akan mendapat banyak hal yang akan dibagikan kepada pelajar lain di Jepang.
“Sekolah atau sistem pendidikan di sini teratur. Siswa terbuka, sistemnya berjalan dengan bagus,” tuturnya.
Terlepas dari proses pembelajaran di MAN Lamongan, Yuha juga menyebut bahwa lingkungan di Lamongan begitu menyenangkan. Masyarakatnya juga ramah.
Bahkan Yuha juga mengaku telah mencicipi salah satu makanan khas, yang juga menjadi ikon Kabupaten Lamongan, yakni soto.
“Semuanya menyenangkan, orangnya makanannya. Soto Lamongan saya sudah coba, rasanya enak. Satu hal yang membuat saya kurang nyaman adalah cuacanya yang panas,” tuturnya. (Bs)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





