“Buat sobat iklim yang beraktivitas di luar ruangan tetap jaga kesehatan, cukupkan asupan air tubuh, dan jangan lupa memakai sunscreen,” pesan BMKG.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

BMKG menjelaskan bahwa fenomena suhu tinggi ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan dan dominasi radiasi matahari langsung, yang umum terjadi pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Kondisi udara yang cerah tanpa awan menyebabkan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi dan meningkatkan suhu udara secara signifikan,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena ini masih tergolong normal secara klimatologis dan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan meningkatkan asupan cairan tubuh, menghindari aktivitas berat di siang hari, serta menggunakan pelindung diri seperti topi atau tabir surya.

BMKG juga berharap ke depan semakin banyak perangkat AWS terpasang di seluruh wilayah Jawa Timur, agar pemantauan suhu dapat dilakukan secara lebih merata dan akurat.

“Semoga ke depannya semakin banyak AWS yang dipasang di setiap kabupaten ya sobat,” tulis BMKG menutup unggahannya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2