BERITASIBER.COM | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Amin mengungkapkan hal itu menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (06/03/2025).
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI, Rabu (05/03/2025) kemarin, PT Brantas Abipraya Persero memaparkan rencana pengembangan EBT melalui optimalisasi bendungan dan waduk yang ada di Indonesia.
Menurut Amin, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Presiden Prabowo sangat peduli dengan hal ini. Pembicaraan Presiden dengan sejumlah pemimpin negara sahabat antara lain mengenai pengembangan EBT,” tutur Amin.
Lebih lanjut Wakil Ketua Fraksi PKS itu menyebutkan, Indonesia memiliki potensi EBT yang signifikan dengan total hampir mencapai 4 terawatt (TW).
Salah satu langkah strategis yang dapat diambil adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di atas permukaan waduk.
Data menunjukkan total kapasitas waduk di Indonesia bisa menghasilkan listrik tenaga surya hingga 14 gigawatt (GW).
Selain itu, dari 248 bendungan yang telah dibangun, sebanyak 43 di antaranya memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 255,15 megawatt (MW). Dan sebanyak 246 bendungan memiliki potensi PLTS terapung hingga 13,575 MW.





