“Saya selalu mengingatkan anggota bahwa tugas sebagai anggota Polri harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Namun, kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah SWT juga tidak boleh ditinggalkan. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.
AKP Joko menambahkan, kegiatan ibadah berjamaah bersama masyarakat juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi seluruh personel Polsek Solokuro. Dengan demikian, anggota tidak hanya menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa sesibuk apa pun menjalankan tugas, kewajiban ibadah tetap harus diperhatikan. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita bisa membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa persaudaraan,” tambahnya.
Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan, kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Hubungan yang terjalin secara baik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kapolsek juga berharap kebersamaan dalam kegiatan ibadah tersebut dapat terus terpelihara sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Harapan kami, hubungan baik antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kami ingin selalu hadir dan menjadi bagian dari masyarakat, tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan kebersamaan, insyaallah situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro akan semakin aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.





