Kapolsek menambahkan bahwa menjadi anggota Paskibra merupakan kebanggaan yang tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh orang tua, keluarga, sekolah, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Saya ingin kalian bangga dengan seragam yang dikenakan, tetapi lebih penting lagi banggalah karena mampu membawa nama baik orang tua, keluarga, dan sekolah. Jadilah contoh yang baik dalam disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar. Kalian adalah generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” lanjutnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, AKP Joko Suprianto mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam pembinaan Paskibra merupakan bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya dilatih kemampuan teknis dalam pengibaran bendera, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan, rasa cinta tanah air, dan semangat persatuan.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga nama baik Kecamatan Solokuro dengan menampilkan pelaksanaan pengibaran bendera yang khidmat, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelaksanaan latihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Para siswa mengikuti setiap arahan pelatih dengan disiplin serta menunjukkan kekompakan dalam setiap gerakan yang dilatihkan. Sinergi antara Polsek Solokuro, Koramil, Satpol PP, pemerintah kecamatan, dan pihak sekolah diharapkan mampu mencetak pasukan Paskibra yang profesional dan siap mengemban tugas negara.

Melalui pembinaan dan motivasi yang diberikan, diharapkan seluruh calon anggota Paskibra Kecamatan Solokuro dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya pada upacara 17 Agustus 2026. Selain sukses melaksanakan pengibaran Sang Saka Merah Putih, mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi pelajar lainnya dalam hal disiplin, nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat mengabdi kepada bangsa dan negara.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2