Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, menambahkan pihaknya terus melakukan pemeliharaan dan seleksi untuk memastikan kualitas bibit Saanen yang dihasilkan.
Menurut Dani, pengembangan kambing Saanen memiliki dua manfaat sekaligus, yakni mendukung peningkatan produktivitas susu kambing dan membuka akses peternak terhadap bibit perah berkualitas yang disediakan pemerintah.
“Kami terus menjaga kualitas bibit agar ternak yang dihasilkan sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha kambing perah dengan bibit unggul,” kata Dani, Jumat (7/8/2026).
Masyarakat yang berminat memperoleh bibit kambing Saanen dari BBPTU-HPT Baturraden dapat mengajukan permohonan kepada Kepala BBPTU-HPT Baturraden. Pengajuan dapat dilakukan melalui surat elektronik atau faksimile maupun dengan datang langsung ke balai.
Dalam proses pengajuan, calon pembeli perlu menyertakan rekomendasi atau keterangan dari dinas yang membidangi peternakan di tingkat kabupaten/kota.
Setelah permohonan diterima dan diproses, balai akan menghubungi pemohon apabila bibit yang dibutuhkan tersedia. Tahapan berikutnya dilakukan melalui penandatanganan kontrak kerja sama serta pembayaran menggunakan sistem e-billing sesuai harga yang telah ditetapkan.
Bibit yang telah memenuhi persyaratan dan pembayaran telah terverifikasi kemudian disiapkan untuk proses serah terima bersama dokumen pendukung.
Meski ketersediaannya masih terbatas, pengembangan kambing Saanen di BBPTU-HPT Baturraden dinilai memiliki prospek strategis dalam memperluas basis ternak perah di Indonesia. Bibit yang dihasilkan dari balai diharapkan dapat menjadi sumber populasi baru di tingkat peternak.
Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat produksi susu nasional. Peningkatan populasi dan produktivitas ternak perah menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian susu serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Dengan dukungan bibit unggul, penerapan manajemen pemeliharaan yang tepat, ketersediaan pakan serta akses pasar yang memadai, kambing Saanen berpeluang berkembang sebagai salah satu komoditas peternakan yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dari pusat pembibitan di Baturraden, pengembangan Saanen diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembibitan pemerintah. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu melahirkan kantong-kantong populasi kambing perah produktif di berbagai daerah dan memperluas jumlah peternak yang memperoleh manfaat dari usaha ternak perah.
Dengan demikian, pengembangan kambing Saanen bukan hanya soal menyediakan bibit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan perah yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan produksi susu nasional. (*)





