“Setiap hari masyarakat dan para pelajar menggunakan jalur ini. Jadi dampaknya sangat terasa,” tambahnya.
Saat ini, kondisi jembatan tidak dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Warga pun harus mengambil jalur alternatif yang memaksa mereka menempuh perjalanan lebih jauh.
“Masyarakat terpaksa memutar hingga sekitar 5 kilometer untuk bisa melanjutkan aktivitas,” jelas Sutikno.
Warga Desa Talunrejo dan sekitarnya berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera turun tangan melakukan penanganan darurat. Selain itu, mereka meminta percepatan pembangunan jembatan baru agar akses utama yang selama ini menjadi nadi aktivitas masyarakat bisa kembali normal.(Bs)





