“Fokus utama kami adalah antisipasi 4C (Curas, Curat, Curanmor, dan Pencurian Hewan). Selain itu, yang tidak kalah penting adalah melakukan monitoring intensif di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan gesekan antar perguruan silat,” ujar Iptu Sono.
Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan melakukan pendekatan humanis kepada kelompok pemuda dan tokoh masyarakat (Tomas) yang masih didapati berkumpul di pinggir jalan. Petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menghimbau mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain pengawasan terhadap mobilitas massa, Kapolsek Kembangbahu menjelaskan patroli Blue Light ini juga menyasar titik-titik dengan infrastruktur yang minim, seperti jalanan rusak dan area yang minim penerangan lampu jalan. Lokasi-lokasi tersebut seringkali menjadi incaran pelaku kejahatan konvensional untuk melancarkan aksinya.
“Kami hadir di tengah masyarakat (Standby) di daerah rawan kejahatan. Kehadiran polisi dengan lampu biru ini diharapkan dapat mengurungkan niat pelaku kejahatan yang ingin beraksi,” tambah Kapolsek.





