Game yang dibuat selama satu bulan ini menyasar anak-anak usia 7-12 tahun atau setara SD. Tujuannya agar mereka mengetahui komposisi makanan dengan gizi seimbang dengan cara yang menyenangkan.
“Sebenarnya game ini bisa diakses semua kalangan. Karena awalnya ide ini berasal dari fenomena jajan sembarangan yang tidak hanya terbiasa di anak-anak tetapi juga remaja,” ujarnya.
Sementara itu, pembimbing riset, Rizki Kurnia Kusuma dan Muhammad Nur Ampri Suryanto mengungkapkan, manfaat dari inovasi ini yang merupakan sarana edukasi agar kebiasaan jajan sembarangan bisa diubah dengan kebiasaan makan bergizi. Edukasi ini dilakukan menyesuaikan keadaan zaman di mana media hp sudah sangat canggih dan hampir semuanya memiliki.
“Harapannya ke depan agar game ini tidak hanya online tetapi juga bisa diakses secara offline. Sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan banyak orang,” ungkapnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





