Muhammad Afnan Hadikusumo lahir di Yogyakarta pada 6 Februari 1967. Ia merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara pasangan Hibrizie Hadikusumo dengan Siti Maryam, juga cucu dari salah satu pendiri Muhammadiyah Ki Bagoes Hadikusumo.

Sejak kecil ia tumbuh di Kauman, kampung tempat lahirnya Muhammadiyah di pusat Kota Yogyakarta. Dari sanalah pengalaman organisasi dan jiwa kepemimpinannya digembleng. Saat masih remaja, ia aktif di organisasi Pemuda Muhammadiyah di Kauman Yogyakarta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dulu itu sukanya main layangan, kami pakainya itu bukan benang, tapi kita pakai imil, semacam kawat tembaga. Mainnya di atap rumah,” kata Afnan mengenang masa kecilnya.

Afnan menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri VIII Yogyakarta dan lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada 1986. Ketertarikannya pada ilmu pengetahuan membawanya untuk melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana ia meraih gelar Sarjana Sastra.

Membangun Yogyakarta melalui Transformasi Budaya

Afnan menyadari bahwa perubahan di Kota Yogyakarta tidak bisa dicegah. Namun, ia melihat bahwa ada hal penting yang harus dijaga dan menjadi landasan pembangunan di Kota Yogyakarta.

“Penting untuk menjaga dan memperkuat budaya Jawa sebagai landasan pembangunan Kota Yogyakarta. Transformasi budaya adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, bersih, sehat, mandiri, dan toleran,” paparnya.

Afnan mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Kota Yogyakarta saat ini cukup besar, mulai dari masalah sampah, kesenjangan pendapatan, hingga tingginya harga properti.

Bersama Singgih Raharjo SH, M.Ed, sebagai calon Wakil Wali Kota Yogyakarta, Afnan Hadikusumo mengusung program unggulan PAS: penataan kota kelas dunia, anak muda kreatif berbudaya, dan sejahtera lahir batin.

Program ini mengarah pada visi “Bersama seluruh warga mewujudkan Kota Yogyakarta yang lebih bersih, maju, sejahtera, dan berbudaya.” (WR)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2