“Selain itu, persaingan di pasar tenaga kerja yang ketat juga menjadi tantangan besar. Sehingga UMKM sering kesulitan dalam merekrut dan mempertahankan karyawan yang berkualitas. Kurangnya personel dapat membebani sisa staf yang ada dan mengganggu produktivitas, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas produk dan layanan yang ditawarkan,” bebernya.
Selain itu, kata Ariyanto, UMKM juga mengandalkan pemasok untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mereka. Sehingga, ketidakstabilan dalam pasokan bahan baku dapat mengganggu aliran produksi dan menyebabkan penundaan dalam pengiriman produk kepada pelanggan.
“Dengan tekad dan kerja keras, UMKM harus terus berusaha guna mengatasi beragam kendala tersebut demi kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dunia usaha yang makin kompetitif saat ini,” tandasnya.(Wira)
Editor : Achmad Bisri





