Peluang tersebut mulai terlihat pada sejumlah komoditas. Produk domba lokal, misalnya, mulai masuk ke restoran kelas bintang yang sebelumnya mengandalkan produk impor. Perkembangan ini menunjukkan produk peternakan dalam negeri memiliki ruang untuk mengisi pasar bernilai tambah lebih tinggi.
Penguatan industri juga diharapkan memberikan manfaat langsung kepada peternak rakyat. Direktur Komersial Bisnis PT Berdikari Agus Wahyudi mengatakan pembangunan ekosistem peternakan perlu menggabungkan pengembangan proyek dan infrastruktur dengan peningkatan kapasitas peternak.
Menurut Agus, kedua agenda tersebut harus berjalan beriringan.
“Dua-duanya penting; tidak ada yang lebih penting,” kata Agus dalam paparannya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan peternakan tidak semata-mata diukur dari peningkatan volume produksi. Kemampuan peternak memahami aspek bisnis, mengelola risiko, dan merencanakan pengembangan usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“Bertumbuh bukan sekedar menghasilkan lebih banyak tapi tentang peternak yang semakin mampu memahami usahanya mengelola resikonya dan menentukan langkahnya untuk masa depan,” ujar Agus.
Di sisi lain, peluang produk peternakan Indonesia untuk memasuki pasar internasional juga terus berkembang. Agung mengatakan pihaknya telah bertemu dengan salah satu pelaku usaha asal Malaysia yang berminat mendatangkan kambing dan domba dari Indonesia.
“Indonesia bukan hanya siap menyediakan protein hewani yang aman sehat utuh dan halal untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga kita mendorong untuk mensuplai kebutuhan Global dan tadi kami juga baru bertemu dengan salah satu pelaku usaha dari Malaysia yang ingin segera mendatangkan kambing domba kita ke sana. Jadi kita siap untuk mensuplai itu karena Indonesia sudah mampu dan terus mendorong swasembada untuk protein hewan di kita,” ujar Agung.
Kementan berharap momentum ILDEX Indonesia 2026 dapat menghasilkan lebih banyak kerja sama konkret di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup investasi, penerapan teknologi, hilirisasi produk, penguatan kapasitas peternak, hingga pembukaan akses pasar domestik dan ekspor.
Dengan pasar dalam negeri yang besar serta peluang ekspor yang terus berkembang, penguatan ekosistem usaha diharapkan membuat pertumbuhan industri peternakan berjalan beriringan dengan peningkatan daya saing dan kemandirian peternak. (*)





