Kepala MI Unggulan Sabilillah Lamongan, Uswatun Hasanah, mengungkapkan bahwa kehadiran Aidin merupakan manifestasi dari visi sekolah untuk mencetak generasi yang berwawasan global namun tetap berakhlakul karimah.
“Masa Ta’aruf Murid Baru (Matsama) ini kami rancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berkelas internasional sejak hari pertama. Kami ingin anak-anak terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tanpa harus kehilangan jati diri mereka sebagai muslim yang berkarakter,” tutur Uswatun.
Lebih jauh, Uswatun menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada pembelajaran bahasa. Aidin akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pengembangan diri siswa, mulai dari pengenalan teknologi dan coding, pembelajaran berbasis media reptil, hingga sesi latihan kepemimpinan. Sekolah berharap, paparan langsung dengan native speaker akan memicu rasa percaya diri siswa untuk berbicara di depan publik tanpa merasa canggung.
Di sela-sela observasinya, Aidin juga memberikan perspektif mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah Indonesia. Ia menganggap program ini sebagai inisiatif yang sangat humanis karena memastikan setiap anak mendapatkan nutrisi yang layak tanpa terkecuali.
Menurutnya, konsep seperti ini layak untuk dipelajari oleh banyak negara, termasuk Australia, demi menciptakan kesetaraan akses pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda.
Melalui program ini, MIUS Lamongan optimis dapat membekali para siswanya dengan kemampuan komunikasi internasional yang mumpuni serta pandangan dunia yang lebih luas. Harapannya, kepercayaan diri yang terbentuk sejak dini akan menjadi modal utama mereka untuk melangkah menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan kompetitif di masa depan.





