BERITASIBER.COM | BANDUNG – Kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai dirasakan pedagang maupun konsumen. Harga beras medium hingga premium melonjak hingga Rp 1.000 per kilogram akibat pasokan yang menipis dan distribusi yang tak lancar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kenaikan harga ini terjadi sejak dua pekan terakhir, namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengendalikan harga bahan pokok yang menjadi konsumsi utama masyarakat ini.

Salah satu pedagang beras di Pasar Soreang, Engkus (50), mengaku bahwa lonjakan harga sudah terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Menurutnya, kenaikan dipicu oleh tersendatnya distribusi beras dari pemasok.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Naiknya (harga) sudah dua minggu yang lalu. Pasokan beras sedikit karena distribusi yang kurang lancar. Belum ada tindakan pemerintah mengatasi masalah ini,” kata Engkus saat ditemui di lapaknya, Jumat (5/9/2025).

Harga beras premium kini mencapai Rp 15.000 per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp 16.000. Sedangkan beras medium naik menjadi sekitar Rp 13.000 per kilogram.

Engkus juga menyinggung soal program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dinilainya belum merata dan bisa berdampak pada pedagang kecil.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2