Ia juga mengajak warga Muhammadiyah dan masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berkontribusi secara langsung, baik melalui donasi, dukungan logistik, maupun doa. Kehadiran banyak pihak, menurut Haedar, akan menjadi energi moral bagi korban untuk bangkit dari keterpurukan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Solidaritas dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan. Ketika korban merasa tidak sendirian, akan tumbuh harapan dan kekuatan untuk pulih,” ujarnya.

Selain bantuan fisik dan material, Haedar menekankan pentingnya penguatan spiritual bagi para korban bencana. Ia menyebut keteguhan iman, doa, dan saling menguatkan menjadi bagian penting dalam menghadapi ujian dan proses pemulihan pascabencana.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Musibah adalah ujian yang memerlukan kesabaran dan keteguhan batin. Dengan doa dan kebersamaan, kita berharap para korban diberi kekuatan untuk melalui masa sulit ini,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2