“Ini adalah bentuk kerjasama antara Pemprov dan Muhammadiyah untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,” jelasnya.
Khofifah juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda Jawa Timur akan menjadi bagian penting dari generasi emas tersebut.
“Pintu masuknya tidak bisa jika tidak melalui pendidikan. Oleh karena itu, berbagai pendidikan yang dikelola Muhammadiyah, dari PAUD, TK hingga PT, menjadi bagian yang terintegrasi untuk menyiapkan Generasi Emas,” kata Khofifah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Aziz Alimul Hidayat dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas dukungan yang diberikan kepada universitas Muhammadiyah, terutama dalam hal alat kesehatan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan umat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Sukadiono mengungkapkan kesiapan Muhammadiyah Jatim untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim.
“Kami ingin selalu kritis dan kooperatif. Kritisisme kami adalah untuk memberikan masukan agar kebijakan yang diambil tepat. Dan kooperatif berarti siap bersinergi untuk kepemimpinan ibu Khofifah lima tahun ke depan,” ujarnya.
Sukadiono juga mengapresiasi komitmen Khofifah dalam memberikan hibah kepada universitas Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Kami mengapresiasi sekali komitmen ini. Ada 7 universitas Muhammadiyah di Jatim, dan semua sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov, khususnya yang di Surabaya yang mendapatkan dua kali bantuan,” pungkasnya.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Shodikin, yang memberikan hikmah Ramadhan kepada peserta.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






