LAMONGAN, BeritaSiber.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim ) Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Bulu, Desa Mantup, Lamongan, Jumat (18/9). Selain bantuan darurat, Khofifah mendorong penanganan jangka panjang dengan mencari sumber air baru di sekitar wilayah rawan kekeringan.
Dalam kunjungannya, Khofifah menyerahkan tiga rit air bersih dengan total sekitar 15 ribu liter kepada 105 kepala keluarga (KK) atau 590 jiwa. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Khofifah mengatakan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya juga melakukan operasi modifikasi cuaca sejak 3 September.
Namun, menurut Khofifah, perlu ada langkah yang lebih strategis dan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengidentifikasi sumber air yang memungkinkan untuk dibor dan dialirkan ke kawasan yang mengalami maupun berpotensi mengalami kekeringan.
“Sebetulnya kita melakukan dari tanggal 3 September lalu operasi modifikasi cuaca. Tetapi ada yang bisa kita lakukan secara lebih strategis ketika menemukan sumber-sumber air terdekat yang memungkinkan untuk bisa diakses dan ditarik ke titik-titik yang mengalami kekeringan atau potensial mengalami kekeringan. Prinsipnya kita harus terus ikhtiar mencari solusi strategis,” kata Khofifah.
Selain air bersih dan sembako, bantuan yang diserahkan meliputi 70 jerigen berkapasitas 15 liter dan 150 tandon air berkapasitas 1.200 liter. Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan senilai Rp 61 juta untuk penyediaan air bersih.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang mendampingi kunjungan tersebut mengatakan, kekeringan saat ini melanda sejumlah wilayah di Lamongan. Tercatat sekitar 42 dusun yang tersebar di 12 kecamatan terdampak kekurangan air.





