Selain itu, Risma juga mengkritisi kebijakan tarif jalan tol yang dianggapnya terlalu mahal. “Itu kan investasi, jadi dia harus rate of return, pengembaliannya juga harus ada, mereka juga harus bayar bunga bank dan lain sebagainya,” tuturnya.
Risma mengungkapkan bahwa mahalnya tarif angkutan membuat para sopir truk angkutan barang kesulitan untuk membayar tol. Akibatnya, mereka terpaksa mengantarkan barang memilih jalur non-tol.
“Tetapi masalahnya itu sangat berbahaya jika dibiarkan terus truk angkutan barang seperti itu, karena di situ ada motor, ada becak, ada orang jalan, dan angkutan pribadi atau mobil,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Risma menawarkan solusi dengan membangun jalan yang memisahkan antara angkutan barang dan angkutan penumpang.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






